Senin, 26 Maret 2012

Sifat, Arti, & Hubungan Ilmu Politik Dengan Ilmu Pengetahuan Lainnya

  • perkembangan dan definisi ilmu politik
  • ilmu politik sebagai ilmu pengetahuan (science)
  • definisi ilmu politik
    • negara
    • kekuasaan 
    • pengambilan keputusan 
    • kebijakan umum (public policy, beleid)
    • pembagian (distribution) atau alokasi
  • bidang - bidang ilmu politik
  • hubungan ilmu politik dengan ilmu pengetahuan ilmu pengetahuan lain
    • sejarah
    • filsafat
    • hubungan ilmu politik dengan ilmu - ilmu sosial lain
      • sosiologi
      • antropologi
      • ilmu ekonomi 
      • psikologi sosial
      • geografi
      • ilmu hukum
A. Perkembangan dan Definisi Ilmu Politik
     Apabila ilmu politik dipandang semata - mata sebagai salah satu cabang dari ilmu - ilmu sosial yang memiliki dasar, rangka, fokus, dan ruang lingkup yang jelas, makan dapat dikatakan bawah ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir abad ke-19. pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang - cabang ilmu ilmu sosial lainnya, seperti sosiologi, antropologi, ekonomi, dan psikologi, dan dalam perkembangan ini mereka saling memengaruhi.
      Akan tetapi, apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan, secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. bahkan sering dinamakan ilmu sosial yang tertua didunia. pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejara dan filsafat.
      Di Yunani Kuno misalnya pemikrian mengenai negara sudah mulai pada tahun 450 S.M., seperti terbukti dalam karya - karya ahli sejarah Herodotus, atau filsuf - filsuf sperti Plato, Aristoteles, dsb. Di Asia ada berberapa kebudayaan, antara lain India dan China, yang telah mewariskan berbagai tulisan politik yang bermutu. tulisan - tulisan dari India terkumpul antara lain dalam kesusastraan Dharmasastra dan Arthasastra yang berasal dari masa kira - kira 500 SM. diantara filsuf China yang terkenal ialah Confucios (± 350 SM), Mencius (± 350 SM) dan mazhab Legalists, antara lain Shang Yang (± 350 SM). 

B. Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan (Science)
     Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan (science) atau tidak dan disangsingkan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. soal ini menimbulkan pertanyaan; apakah yang dinamakan ilmu pengetahuan (science) itu ? karateristik ilmu pengetahuan (science) ialah tantangan untuk menguji hipotesis melalui eksperimen yang dapat dilakukan dalam keadaan terkontrol (controlled circumstances) misalnya laboratorium. berdasarkan eksperimen - eksperimen itu ilmu - ilmu eksakta dapat menemukan hukum - hukum yang dapat diuji kebenaraannya.
      Jika definisi  ini dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu sosial lainnya belum memenuhi syarat, karena sampai sekarang belum ditemukan hukum - hukum ilmiah seperti itu. mengapa demikian ? oleh karena yang ditelitih adalah manusia dan manusia itu adalah makhluk yang kreatif, yang selalu menemukan akal baru yang belum pernah diramalkan. lagipula manusia itu sangat kompleks dan perilakunya tidak selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis, sehingga mempersukar usaha untuk mengadakan perhitungan serta proyeksi untuk masa depan. dengan kata lain perilaku manusia tidak dapat diamati dalam keadaan terkontrol.
        Oleh karena itu pada awalnya para sarjana ilmu sosial cendrung untuk merumuskan definisi yang umum sifatnya, seperti yang terlihat pada pertemuan para sarjana ilmu politik yang diadakan di Paris pada tahun 1948. mereka berpendapatn bahwa ilmu pengetahuan adalah keseluruhan dari pengetahuan yang terkordinasi mengenai pokok pemikiran tertentu. apabila perumusan ini dipakai sebagai patokan, maka ilmi politik boleh dinamakan suatu ilmu pengetahuan.
        Akan tetapi pada tahuan 1950-an ternyata banyak sarjana ilmu politik sendiri tidak puas dengan perumusan yang luas ini, karena tidak mendorong para ahli untuk mengembangkan metode ilmiah. munculnya pendekatan perilaku dalam dekade 1950-an, medrupakan gerakan pemabruan yang ingin meninkatkan mutu ilmu politik dan mencari suatu new science of politics. 
          Gerakan baru ini, yang dapat disebut sebagai revolusi dalam ilmu politik. merumuskan pokok pemikiran sebagai berikut : sekalipun perilaku manusia adalah kompleks, tetapi ada pola - pola berulang (recurrent patterns) yang dapat diindentifikasi. pola - pola dan beraturan perilaku ini dapat dibuktikan kiebenaranya melal 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar